1. Pengertian Penalaran
Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang
mengunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut
berpendapat dan dikemukakannya kepada orang lain.
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali
dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan
contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan
umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis.
Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi,
paragraf analogi,
paragraf sebab akibat bisa juga
akibat sebab.
Contoh paragraf
Induktif: Pada
saat ini remaja lebih menyukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain
sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues,
jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan
dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk
tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar
perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Penalaran induktif adalah proses berpikir untuk
menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas
fakta-fakta yang bersifat khusus. Penalaran induktif terdiri dari paragraf
generalisasi, analogi, sebab akibat, akibat sebab, dan sebab akibat 1 akibat 2.
2.
Jenis-jenis
paragraf Induktif
Berikut
merupakan jenis-jenis paragraf induktif, yaitu :
a. Generalisasi
Penalaran induktif dengan cara menarik
kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa
khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
b. Analogi
Penalaran induktif dengan membandingkan
dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut,
Anda dapat menarik kesimpulan.
c. Paragraf
Hubungan sebab akibat
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan
fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
d. Paragraf
hubugan akibat sebab
Paragraf yang dimulai dengan fakta
khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil
kesimpulan.
e. Paragraf
sebab akibat 1 akibat 2
Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1
akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama
berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga
timbul beberapa akibat.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar