Jumat, 13 Desember 2013

IBD VIII - MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB



Manusia dan Tanggung Jawab

Manusia mamiliki kepribadian yang berbeda-beda, ada manusia yang emosional, baik, ramah, memiliki etika yang baik, dan ada manusia yang bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.
Manusia dan tanggung jawab saling berhubungan dimana dalam setiap proses kehidupan manusia itu dituntut pertanggung jawaban.

Tanggung  jawab adalah seseuatu kewajiban yang harus dilakukan dengan kesadaran sendiri bahwa seseorang itu memiliki tanggung jawab. Setiap perbuatan apapun yang kita lakukan mupun setiap perkataan yang kita keluarkan dari mulut kita harus memiliki pertanggung jawaban .

“ Berani berbuat berani bertanggung jawab “ kita mungkin sering mendengar kalimat singkat ini tapi memiliki makna yang jelas. Kalimat ini memiliki makna bahwa apapun perbuatan dan perkataan kita tidak boleh sembarangan tetapi, harus memiliki tanggung jawab.Pertanggung jawab  ada disetiap status kehidupan kita baik sebagai anak, baik sebagai pelajar/mahasiswa ,warga negara, terlebih tanggung jawab kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan banyak hal lain yang harus membutuhkan tanggung jawab.

Beberapa Tanggung Jawab yang kita lakukan dalam setiap status kehidupan kita:

1.     Tanggung jawab pada diri sendiri
      Tanggung  jawab sendiri berarti mampu menjaga diri sendiri dari apapun baik itu tubuh maupun sikap dan pikiran kita. karna kita telah diberikan yang Kuasa tubuh dan akal pikiran , untuk itu kita harus mampu menjaganya.
2.     Tanggung jawab sebagai anak dalam keluarga
       Tanggung jawab sebagai anak dalam keluarga  berarti mampu menghargai setiap pemberian dan pengorbanan yang telah orang tua kita lakukan. Menuruti perintahnya dan melalukan yang terbaik bagi orang tua kita.
3.     Tanggung Jawab sebagai mahasiswa maupun pelajar.
Tanggung jawab merupakan sebuah keharusan untuk itu tanggung jawab seorang pelajar adalah menyelesaikan wajib 9 tahun yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Menggunakan ilmu yang telah diberikan untuk hal baik dan mampu mempertanggung jawabkan setiap kebenaran maupun kesalahan yang terjadi.

4.     Tanggung  Jawab sebagai Warga Negara
Tanggung jawab sebagai warga Negara berarti kita harus mengikuti peraturan yang berlaku  di Negara mana kita tinggal. Tanggung jawab bersifat kewajiban berarti setiap warga Negara wajib membayar pajak yang telah di atur di dalam Undang-Undang. Namun pada umumnya tanggung jawab sebagai warga Negara lebih bersifat terikat, karna sifat hukum adalah terikat dan memaksa.

Kewajiban memang diminta atas kesadaran diri sendiri untuk mempertanggung jawabkan, namun tidak semua status dalam kehidupan ini bersifat memaksa seperti tanggung jawab sebagai warga Negara, karena sanksi dalam bentuk nyaa secara langsung . Namun pada sanksi dariTuhan Yang Maha Esa lebih berat jika kita tidak mempertanggung jawabkan segala pemberian yang telah diberikan.



Pengabdian
Pengabdian kerap kali dihubungkan dengan tanggung jawab.Mengapa demikian?Karena pengabdian itu tumbuh karena adanya rasa tanggung jawab untuk membalas kebaikan atau merasa bertanggung jawab untuk mengabdi.
Contoh saat kita ditolong oleh orang lain tentu kita merasa memiliki tanggung jawab untuk membalas kebaikan orang tersebut. Namun tetap pada intinya rasa pengabdian itu hanya ada karena kesadaran sendiri tanpa ada pemaksaan dari pihak manapun.

Pengabdian sama halnya dengan tanggung jawab yaitu ada pada setiap status kehidupan kita. Baik kita sebagai anak, pelajar, warga Negara dan terlebih kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pengabdian itu untuk membalas kebaikan yang kita terima dari orang lain sehingga tercipta manusia yang bersosial.

Pengorbanan
Pengorbanan adalah hal yang timbul dari pengabdian. Karena merasa harus mengabdi maka setiap hal apapun yang bersifat pengabdian terkadang dapat berujung pengorbanan.

Pengorbanan yang menjadi kisah sepanjang masa adalah pengorbanan yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan kita yang bejuang melawang perang demi kemerdekaan Indonesia. Namun pengorbanan terkadang tidak mendapat sebuah penghormatan. Untuk itu setiap apapun yang kita katakana dan kita perbuat harus dipertanggung jawab kan.

“ TALK LESS DO MORE “ mungkin ini kata yang tepat untuk menyadarkan kita agar terus memilii rasa tanggung jawab yang besar atas setiapa perbuatan kita. Jangan hanya dapat berkata namun buktikan.








IBD VII - MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP



Manusia dan Pandangan Hidup

      Manusia dan pandangan hidup merupakan dua hal yang saling berhubungan, karena setiap manusia harus memiliki pandangan hidup. Seseorang tanpa sebuah pandangan hidup sama seperti orang yang berpetualangan di alam bebas tanpa sebuah kompas dan pada akhirnya akan salah arah dan menghilang. Demikianlah manusia tanpa pandangan hidup akan kehilangan jati dirinya.


     Pandangan hidup adalah suatu dasar pegangan, pedoman,pondasi dan arah hidup untuk menjalani kehidupan kita. Pandangan hidup juga bisa dikatakan prinsip hidup atau visi  hidup yang dari awal sudah kita pertimbangkan. Seseorang tanpa prinsip hidup maka otomatis tidak memiliki pendirian yang tetap dan terbawa arus kehidupan. tetapi jika kita memiliki prinsip hidup namun tidak kuat itu sama halnya tidak memiliki prinsip hidup. Sedangkan ideologi adalah suatu hasil pemikiran berupa ide manusia yang dapat menunjukkan arah jalan hidup yang baik dan yang buruk.


     Pandangan hidup dan ideologi adalah dua hal yang dibutuhkan manusia sebagai kompas kehidupan sehingga setiap proses kehidupan itu  berguna dan dapat memberikan hasil yang baik yaitu cita-cita.
Pandangan hidup dan ideologi dapat membentuk cita-cita kita mau jadi apa kita. Mengapa demikian? Karena pandangan hidup dan ideologi adalah pondasi atau prinsip hidup dan ide maupun visi yang sudah dipertimbangkan dari hasil pemikiran manusia dan itu menunjukkan cerminan hidup kita kedepannya, tekad kita untuk mencapai cita-cita itu.
      Dalam menjalani kehidupan kita tidak hanya memiliki pandangan hidup dan ideologi, tetapi kita juga harus memiliki usaha atau perjuangkan untuk melaksanakan prinsip hidup kita atau rencana cita-cita kita. Untuk memperjuangkan itu kita harus memiliki tekad yang kuat serta keyakinan maupun kepercayaan yang teguh bahwa kita dapat meraih cita-cita itu dengan pandangan hidup sebagai pedoman dan prinsip  hidup dan ideologi sebagai ide menunjukkan arah jalan.


      Langkah-langkah yang harus kita tempuh untuk berpandangan hidup yang baik pada dasarnya harus ada tekad dalam diri kita ,kemauan yang kuat untuk berubah ke arah yang lebih baik. Selanjutnya jika kita telah memiliki gambaran cita-cita kedepannya baru kita dapat membentuk pandangan hidup dan ideologi kita yang kuat sehingga sebesar apapun pengaruh dari luar kita tetap bertahan pada prinsip atau visi kita dari awal. Selanjutnya, kita harus memiliki usaha atau perjuangan untuk menggapainya dengan penuh keyakina bahwa kita mampu untuk lebih baik dan yng paling penting dari semua langkah-langkah itu adalah berdoa, memohon perlindungan dalam setiap proses kehidupan ini.


      Jadi kesimpulannya, manusia dan pandangan hidup adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena pandangan hidup adalah pondasi yang harus dibentuk untuk menjalani kehidupan selanjutnya untuk mencapai cita-cita.



IBD VI - MANUSIA DAN KEADILAN



Manusia Dan Keadilan

     Manusia dan keadilan adalah dua hal yang saling berhubungan, karena keadilan itu memang ditujukan untuk manusia dan manusia memang membutuhkan keadilan dalam hidupnya. Untuk itu manusia dan keadilan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Setelah ada penderitaan untuk manusia maka keadilan muncul bagi manusia sehigga kehidupan manusia seimbang.


      Manusia adalah mahluk Tuhan yang paling istimewa daripada mahkluk ciptaan yang lain, karena manusia memiliki akal budi dan pikiran. Untuk itu manusia harus menggunakan anugerah yang di berikan Tuhan dengan baik agar membedakan dari mahkluk ciptaan yang lain.
Manusia juga disebut sebagai mahkluk sosial karena manusia hidup di dunia ini tidak bisa sendiri, hidup manusia itu saling membutuhkan satu sama lain. Sejak manusia lahir kedunia ini sudah membutuhkan orang lain untuk itulah manusia disebut sebagai mahkluk sosial.


      Keadilan adalah kebenaran yang harus ada dan nyata , bersifat tegas atau tidak pilih kasih, tidak memandang perbedaan baik agama, ras, suku, atau apapun yang dapat menimbulkan blok atau perbedaan dalam lingkungan bermasyarakat.
Keadilan harus ada dalam setiap sudut kehidupan manusia, baik dalam keluarga, pendidikan, hukum, atau apapun setiap sudut kehidupan ini membutuhkan keadilan.


      Keadilan sosial merupakan keadilan yang bersifat sosialisasi yang kita temui dalam butir-butir pancasila yang ke-5 .”Kadilan bagi seluruh rakyat indonesia”  berati keadilan yang diminta harus bersifat menyeluruh tanpa memandang perbedaan sehingga pancasila itu tidak hanya sebatas tulisan atau tekad kuat Negara Republik Indonesiatetapi juga dapat dilaksanakan dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat.


      Manusia memiliki perasaan yang sangat peka untuk sebuah keadilan, jika seseorang tidak mendapatkan keadilan dalam lingkungannya maka, seseorang itu akan membrontak  dan melakukan tindakan buruk yang menimbulkan konflik.
Contohnya saja jika didalam keluarga tidak ada keadilan, kasih ayang orang tua tidak disama-ratakan maka  adik kakak akan memiliki dendam atau sakit hati satu sama lain maka perkelahian yang akan muncul.
                 

      Keadilan yang sering kita lihat di Negara Republik Indonesia ini tidak sebaik yang kita bayangkan. Keadilan dinegara ini masih tidak bisa diterapkan dengan baik. Padahal Hukum bersifat tegas dan memaksa namun tidak ada keadilan.
Contohnya pada kasus seorang koruptor  dan seorang pencuri sandal, kita lihat saja pada saat kasus itu sedang populer dibicarakan di setiap media berita,  hukuman terberat jatuh kepada seorang pencuri sandal. Padahal kita tahu seorang pencuri sandal hanya mencuri 2 pasang sandal dan pihak yang dirugikan hanya satu orang sedangkan seorang koruptor  telah merugikan rakyat banyak. Adakah Keadilan di Negeri ini???? Kita bisa jawab dari contoh kasus diatas.

      Kejujuran adalah tindakan yang sebenarnya, tidak dilebih-lebihkan ataupun dikurang-kurangkan, kejeujuran adalah mengatakan yang benar jika benar dan yang salah jika salah tanpa memutar balikan fakta.
Kejujuran dapat menimbulkan keadilan, namun seperti yang kita ketahui kejujuran di zaman ini susah ditemukan, itu semua karena keegoisan.
Jika kita mau menciptakan kejujuran maka keadilan itu pun akan tercipta.


Kecurangan merupakan kebalikan dari kejujuran, yaitu hal yang benar disalahkan dan hal yang salah dibenarkan. Kecurangan juga timbulkan karna ada sifat egois atau ingin menang sendiri dan hal itu tentunya dapat menimbulkan konflik.


      Kecurangan yang sering terjadi di Negeri ini adalah korupsi, pemerintah  yang mau senang sendiri tanpa melihat penderitaan rakyat miskin.
Dalam bidang politik juga sering ditemukan kecurangan ,sesama pelaku politik menjatuhkan kawannya, membuat nama lawannya tercorong atau dipandang buruk dan saat itulah rasa ingin balas dendam muncul.


      Pada intinya keadilan dan manusia itu saling membutuhkan, jika kita mau menciptakan kejujuran maka keadilan itu akan ada.Kecurangan hanya membuat rasa persatuan itu tidak tercipta, menjadi manusia yang social berarti mau menciptakan sebuah keadilan.