1. Pengertian Metode Ilmiah
Kata metode berasal dari bahasa yunani yaitu
methodos yang artinya cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya
ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami obyek
yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Menurut Rosdy Ruslan Metode merupakan kegiatan
ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu
subyek atau objek penelitian sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahanya.
Metode ilmiah adalah langkah langkah
yang ditempuh oleh peneliti dalam menjawab pertanyaan pertanyaan atas masalah masalah
dan keingintahuan nya terhadap fenomena fenomena yang terjadi sehingga
dihasilkan jawaban yang akurat dan obyektif sehingga mampu diterima secara
universal dan dianggap valid. Menurut Almadk (1939) Metode ilmiah adalah
cara menerapkan prinsip – prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan, dan
penjelasan kebenaran.
2.
Tujuan
Mempelajari Metode Ilmiah
Metode ilmiah mempunyai tujuan yaitu
untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji)
sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Tujuan mempelajari metode
ilmiah adalah untuk mendapatkan pemahaman terhadp proses mendapatkan
pengetahuan yang rasional, teruji secara ilmiah dan sistematika yang penulisan
yang sesuai umtuk hal tersebut.
3.
Kriteria
Metode Ilmiah
A.
Berdasarkan Fakta
Keterangan – keterangan yang ingin
diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa
haruslah berdasarkan fakta – fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau
pembuktian didasarkan pada daya khayal, kira – kira, legenda atau kegiatan
sejenis.
B.
Berdasarkan dari Prasangka
Metode ilmiah harus mempunyai sifat
bebas prasangka, bersih dn jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu
fakta haruslah dengan alas an dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang
objektif.
C.
Menggunakan prinsip analisa
Dalam memahami serta member arti
terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah
harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang
logis. Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya
dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat
dengan menggunakan analisa yang tajam.
D. Meanggunakan
Hipotesa
Dalam metode ilmiah, penelitian harus dituntun dalam proses berpikir dengan
menggunakan analisa. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan
pikiran peneliti.
E.
Menggunakan ukuran objektif
Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan
ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa – rasa atau menuruti
hati nurani. Pertimbangan – pertimbangan harus dibuat secara objektif dan
dengan menggunakan pikiran yang waras.
F.
Menggunakan teknik kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran yang
lazim harus digunakan, kecuali untuk atribut – atribut yang tidak dapat di
kuantifikasikan.
4.
Sikap Ilmiah
Sikap-sikap ilmiah meliputi:
a. Obyektif terhadap fakta. Obyektif artinya menyatakan segala sesuatu tidak
dicampuri oleh perasaan senang atau tidak senang. Contoh: Seorang peneliti
menemukan bukti pengukuran volume benda 0,0034 m3, maka ia harus mengatakan
juga 0,0034m3, padahal seharusnya 0,005m3.
b. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang
mendukung kesimpulan itu.Contoh: Ketika seorang ilmuwan menemukan hasil
pengamatan suatu burung mempuyai paruh yang panjang dan lancip, maka dia tidak
segera mengatakan semua burung paruhnya panjang dan lancip, sebelum
data-datanya cukup kuat mendukung kesimpulan tersebut.
c. Berhati terbuka artinya bersedia menerima pandangan atau gagasan orang
lain, walaupun gagasan tersebut bertentangan dengan penemuannya sendiri.
Sementara itu, jika gagasan orang lain memiliki cukup data yang mendukung
gagasan tersebut maka ilmuwan tersebut tidak ragu menolak temuannya sendiri.
d. Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat. Contoh: Tinggi batang kacang
tanah di pot A pada umur lima (5) hari 2 cm, yang di pot B umur lima hari
tingginya 6,5 cm. Orang lain mengatakan tanaman kacang tanah pada pot A
terlambat pertumbuhannya, pernyataan orang ini merupakan pendapat bukan fakta.
e. Bersikap hati-hati. Sikap hati-hati ini ditunjukkan oleh ilmuwan dalam
bentuk cara kerja yang didasarkan pada sikap penuh pertimbangan, tidak ceroboh,
selalu bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk di dalamnya
sikap tidak cepat mengambil kesimpulan. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan
penuh kehati-hatian berdasarkan fakta-fakta pendukung yang benar-benar akurat.
f. Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi. Bagi
seorang ilmuwan hal yang dianggap biasa oleh orang pada umumnya, hal itu
merupakan hal penting dan layak untuk diselidiki.apabila menghadapi suatu
masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan
pertanyaan tentang obyek dan peristiwa; kebiasaan menggunakan alat indera
sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan
kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.
g. Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya
orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh
orang atau bangsa lain.
h. Sikap tekun, Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi
eksprimen yang hasilnya meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan
–kegiatan apabila belum selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia
berusaha bekerja dengan teliti.
5.
Langkah-langkah
Metode Ilmiah
1.
Perumusan Masalah
Peumusan masalah adalah penjelasan mengenai apa yang
akan kita teliti? Mengapa masalah itu di teliti? Bagaimana masalah itu
diteliti? Singkatnya: Apa? Mengapa? Bagaimana?
2.
Perumusan Hipotesis
Rumusan masalah diperoleh melalui pengamatan, maka
langkah selanjutnya adalah melakukan hipotesis. Hipotesis adalah jawaban
sementara atau dugaan terhadap masalah yang akan diteloti. Walaupun bersifat
dugaan, hipotesis harus rasional.
3.
Rancangan
Peelitian
Rancangan penelitian adalah rancangan yang berisi
tentang rencana atau hal-hal yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah
penelitian. Jenis penelitian bisa berupa :
a.
Deskriptif :Yaitu penelitian yang memberikan gambaran
sistematis, fuktual dan akurat mengenai
fakta dan sifat yang oobjektif mengenai masalah yang diangkat dalam penelitian.
b.
Eksperimental :Yaitu penelitian menggunakan kelompok
pembanding disebut juga, kelompok control, kelompok control ini nantinya akan
menjadi pembanding kelompok percobaan.
4.
Pelaksanaan
Penelitian
Memasuki tahapan pelaksanaan penelitian perlu
melakukan persiapan yang dapat diwujudkan dengan membuat rancangan penelitian.
Yang harus dipersiapkan dalam tahapan ini, diantaranya alat, bahan, tepat,
waktu, dan teknik pengunpulan data. Teknik pengumpulan data diantaranya adalah
:
a.
Pencatatan
Data bisa diperoleh dengan dua cara: data kualitatif :
adalah data yang diperoleh dari pengamatan data kuantitatif, adalah data yang
diperoleh dari pengukuran sehingga diperoleh angka-angka.
b.
Pengolahan
data
Data yang sudah tercatat, bisa diolah dalam bentuk
tabel, bagan, grafik. Pengolahan data menjadi tabel, bagan dan grafik dapat
memudahkan peneliti dan orang lain dalam membaca dan memahami penelitian.
c.
Menarik kesimpulan
Setelah pengolahan data selesai maka kita dapat
mengetahui hipotesis yang dibuat, apakah sesuai atau tidak.
5.
Laporan Penelitian
Setelah langkah dalam metode penelitian sudah selesai
maka hasil penelitian harus disusun dalam bentuk laporan penelitian dengan baik
dan sistematis. Sistematika laporan penelitian disusun sebagai berikut :
-
Pendahuluan atau latar belakang masalah
-
Kajian
pustaka
-
Metode penelitian
-
Hasil dan pembatasan penelitian
-
Kesimpulan dan saran
6. Unsur Metode Ilmiah
Unsur utama
metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
1.
Karakteristik (pengamatan dan pengukuran).
2.
Hipotesis
(penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan
pengukuran).
3.
Prediksi (deduksi logis dari hipotesis).
4.
Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas.
Sumber :
3. Narbuko
Cholid, H. Abu Achmadi. 2007. Metodeologi Penelitian. Cet 8. Jakarta: Bumi
Aksara.
4. Sukmadinata,
Nana Syaodih. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar