Manusia dan Penderitaan
Manusia dan penderitaan adalah
dua hal yang memiliki arti berbeda, namun memiliki hubungan satu sama lain.
Dimana penderitaan itu sebagai hal yang tentunya pernah dirasakan oleh setiap
manusia. Baik atau tidaknya suatu penderitaan manusia itu tergantung bagaimana
kita menghikmatinya atau menilai suatu penderitaan itu.
Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa yang paling mulia dari ciptaan Tuhan yang lain. Mengapa demikian?
Karena manusia dianugerahkan akal budi dan pikiran untuk membedakan mana yang
benar dan mana yang salah. Namun jika dilihat secara realita masih banyak
manusia yang belum dapat menggunakan akal budi dan pikirannya ke arah yang
benar, sehingga dapat menyesatkan dirinya sendiri dan dapat merusak
kepribadiannya sendiri.
Manusia juga disebut sebagai mahkluk
sosial, karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia yang satu dengan
manusia yang lain saling membutuhkan untuk mencapai tujuan bersama. Terkadang
ada beberapa manusia yang mengatakan bahwa dia dapat hidup sendiri, itu salah
besar. Sadar atau tidaknya seseorang, setiap manusia pasti membutuhkan orang
lain. Mulai lahir saja manusia sudah membutuhkan orang lain untuk menolongnya.
Bagaimana
dengan kemandirian? Bukankah banyak motivator yang sering menyampaikan bahwa
kita harus hidup mandiri? Pada dasarnya mandiri itu melakukan kegiatan sendiri,
namun mandiri tidak bertentangan dengan pengertian bahwa manusia adalah mahluk
sosial. Mandiri bukan berarti kita hidup di dunia ini sendiri, namun mandiri
dalam melalukan sesuatu kegiatan tanpa menyusahkan orang lain. Saat kita mmpu
mengerjakan sesuatu kegiatan, mengapa tidak untuk melakukannya sendiri.
Penderitaan yang
kata dasarnya adalah derita yang artinya beban atau kesedihan yang ditanggung.
Penderitaan adalah suatu masalah atau beban yang ditanggung oleh setiap
manusia. Setiap manusia pasti pernah mendapatkan penderitaan dalam hidupnya,
namun tergantung bagaimana kita menilai berat atau ringannya suatu masalah kita
alami maupun baik atau buruknya tujuan akhir penderitaan itu. Berat atau
ringannya suatu penderitaan tergantung bagaimana masing-masing manusia menilai.
Terkadang penderitaan yang dialami si A belum tentu berat menurut pandangan si
B dan begitu sebaliknya.
“ berakit-rakit ke hulu, berenang-renang
ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” Pantun ini sering
kita dengar dalam kehidupan kita, artinya setiapa penderitaan yang kita alami
merupakan awal dari kegagalan untuk merubah diri lebih baik lagi dan meraih suatu
kenikmatan.
Penderitaan memiliki dampak positif dan
dampak negatif . Penderitaan dapat memberikan kita kedewasaan dalam menghadap
penderitaan itu, namun penderitaan dapat juga merusak mental manusia. Contohnya
, seorang keluarga broken home yaitu keluarga yang selalu penuh pertikaian
sehingga berpengaruh bagi anak-anaknya dan itu menyebabkan mental seorang anak
itu rusak dan anak itu akan bertingkah brutal .
Banyak kasus kriminal yang diakibatkan
dari penderitaan, karena penderitaan itu sangat sulit seseorang dapat bunuh
diri atau membunuh orang lain karna menderita dalam batin, mencuri karena
menderita dalam kemiskinan, mabuk-mabukn dan banyak hal lain yang mampu merusak
mental seseorang itu.
Mengalami
penderitaan berarti harus dapat berjuang, perjuangan untuk menyelesaikan
masalah itu. Masalah yang kita alami tidak akan berat jika mau berjuang untuk
menyelesaikannya, karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
Setiap penderitaan memiliki hikmat, jadi jangan menyelesaikan masalah dengan
tindak kriminal. Hidup tidak selamanya mulus dan indah, hidup harus seimbangkan
dengan penderitaan agar hidup menjadi sempurna. Berjuang untuk masalah akan
mendapatkan jalan keluar dan tetap berdoa kepada Tuhan agar tetap kuat
menjalani irama hidup ini, karena maslah atau penderitaan akan selalu ada silih
berganti dengan kesenangan dalam hidup ini.
Banyak sebab-sebab adanya penderitaan,
penderitaan tidak sepenuhnya hukum alam yang harus diterima manusia.
Penderitaan juga dapat disebabkan oleh manusia. Contohnya, rakyat Indonesia
selalu mengalami penderitaan dalam hal banjir. Jika setiap rakyat dapat
membuang sampah pada tempatnya maka tak akan ada banjir melanda negeri ini dan
tidak ada penderitaan.
Angka
kemisikinan di negeri Indonesia ini pun menjadi penderitaan yang besar, namun
kembali pada kata tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Angka
kemiskinan dapat dikurangi jika rakyat Indonesia memiliki kesadaran untuk
membayar pajak, karena dari pajak itu dapat direalisasikan perubahan yang baik
bagi rakyat Indonesi yang menderita di bawah garis kemiskinan.
Untuk itu, seperti pengertian bahwa
manusia adalah mahluk sosial, yaitu manusia yang saling membutuhkan satu sama
lain. Manusia dan Penderitaan berkaitan karena setiap penderitaan yang dialami manusia , kita sebagai mahluk sosial
juga harus membantu meringankan penderitaan sesama manusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar