Jumat, 13 Desember 2013

IBD V - MANUSIA DAN PENDERITAAN



  

Manusia dan Penderitaan



Manusia dan penderitaan adalah dua hal yang memiliki arti berbeda, namun memiliki hubungan satu sama lain. Dimana penderitaan itu sebagai hal yang tentunya pernah dirasakan oleh setiap manusia. Baik atau tidaknya suatu penderitaan manusia itu tergantung bagaimana kita menghikmatinya atau menilai suatu penderitaan itu.


      Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling mulia dari ciptaan Tuhan yang lain. Mengapa demikian? Karena manusia dianugerahkan akal budi dan pikiran untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Namun jika dilihat secara realita masih banyak manusia yang belum dapat menggunakan akal budi dan pikirannya ke arah yang benar, sehingga dapat menyesatkan dirinya sendiri dan dapat merusak kepribadiannya sendiri.


      Manusia juga disebut sebagai mahkluk sosial, karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia yang satu dengan manusia yang lain saling membutuhkan untuk mencapai tujuan bersama. Terkadang ada beberapa manusia yang mengatakan bahwa dia dapat hidup sendiri, itu salah besar. Sadar atau tidaknya seseorang, setiap manusia pasti membutuhkan orang lain. Mulai lahir saja manusia sudah membutuhkan orang lain untuk menolongnya.

      Bagaimana dengan kemandirian? Bukankah banyak motivator yang sering menyampaikan bahwa kita harus hidup mandiri? Pada dasarnya mandiri itu melakukan kegiatan sendiri, namun mandiri tidak bertentangan dengan pengertian bahwa manusia adalah mahluk sosial. Mandiri bukan berarti kita hidup di dunia ini sendiri, namun mandiri dalam melalukan sesuatu kegiatan tanpa menyusahkan orang lain. Saat kita mmpu mengerjakan sesuatu kegiatan, mengapa tidak untuk melakukannya sendiri.


Penderitaan yang kata dasarnya adalah derita yang artinya beban atau kesedihan yang ditanggung. Penderitaan adalah suatu masalah atau beban yang ditanggung oleh setiap manusia. Setiap manusia pasti pernah mendapatkan penderitaan dalam hidupnya, namun tergantung bagaimana kita menilai berat atau ringannya suatu masalah kita alami maupun baik atau buruknya tujuan akhir penderitaan itu. Berat atau ringannya suatu penderitaan tergantung bagaimana masing-masing manusia menilai. Terkadang penderitaan yang dialami si A belum tentu berat menurut pandangan si B dan begitu sebaliknya.


      “ berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” Pantun ini sering kita dengar dalam kehidupan kita, artinya setiapa penderitaan yang kita alami merupakan awal dari kegagalan untuk merubah diri lebih baik lagi dan meraih suatu kenikmatan.


      Penderitaan memiliki dampak positif dan dampak negatif . Penderitaan dapat memberikan kita kedewasaan dalam menghadap penderitaan itu, namun penderitaan dapat juga merusak mental manusia. Contohnya , seorang keluarga broken home yaitu keluarga yang selalu penuh pertikaian sehingga berpengaruh bagi anak-anaknya dan itu menyebabkan mental seorang anak itu rusak dan anak itu akan bertingkah brutal .


      Banyak kasus kriminal yang diakibatkan dari penderitaan, karena penderitaan itu sangat sulit seseorang dapat bunuh diri atau membunuh orang lain karna menderita dalam batin, mencuri karena menderita dalam kemiskinan, mabuk-mabukn dan banyak hal lain yang mampu merusak mental seseorang itu.

Mengalami penderitaan berarti harus dapat berjuang, perjuangan untuk menyelesaikan masalah itu. Masalah yang kita alami tidak akan berat jika mau berjuang untuk menyelesaikannya, karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Setiap penderitaan memiliki hikmat, jadi jangan menyelesaikan masalah dengan tindak kriminal. Hidup tidak selamanya mulus dan indah, hidup harus seimbangkan dengan penderitaan agar hidup menjadi sempurna. Berjuang untuk masalah akan mendapatkan jalan keluar dan tetap berdoa kepada Tuhan agar tetap kuat menjalani irama hidup ini, karena maslah atau penderitaan akan selalu ada silih berganti dengan kesenangan dalam hidup ini.


       Banyak sebab-sebab adanya penderitaan, penderitaan tidak sepenuhnya hukum alam yang harus diterima manusia. Penderitaan juga dapat disebabkan oleh manusia. Contohnya, rakyat Indonesia selalu mengalami penderitaan dalam hal banjir. Jika setiap rakyat dapat membuang sampah pada tempatnya maka tak akan ada banjir melanda negeri ini dan tidak ada penderitaan.
Angka kemisikinan di negeri Indonesia ini pun menjadi penderitaan yang besar, namun kembali pada kata tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Angka kemiskinan dapat dikurangi jika rakyat Indonesia memiliki kesadaran untuk membayar pajak, karena dari pajak itu dapat direalisasikan perubahan yang baik bagi rakyat Indonesi yang menderita di bawah garis kemiskinan.


      Untuk itu, seperti pengertian bahwa manusia adalah mahluk sosial, yaitu manusia yang saling membutuhkan satu sama lain. Manusia dan Penderitaan berkaitan karena setiap penderitaan yang  dialami manusia , kita sebagai mahluk sosial juga harus membantu meringankan penderitaan sesama manusia.

 
      Pengaruh penderitaan dalam kehidupan ini memiliki nilai positif maupun negatif . Baik buruknya suatu masalah haruslah dijalani dengan penuh perjuangan sampai menemukan jalan keluar dan pelajaran dari penderitaan itu. Jangan pernah membiarkan penderitaan yang kita alami menjadi beban paling berat dan dapat merusak mental kita, tetapi jadikanlah penderitaan itu menjadi suatu cambukan atau teguran dari Tuhan untuk selalu dekat denganNya dan penderitaan itu menjadi awal untuk menikmati kesenangan yang luar biasa serta dapat memberikan kedewasaan dalam diri kita untuk menanggung penderitaan berikutnya. Penderitaan akan selalu ada dalam kehidupan manusia, karena penderitaan yang satu selesai akan ada penderitaan yang lain, jadi berjuanglah untuk menyelesaikan penderitaan itu dan tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar